Oleh: abimanyu182 | November 14, 2007

SUPORTER MASA KINI


SUPORTER DIGITAL VS SUPORTER RADIKAL

Era teknologi digital semakin maju. di setiap pelosok nusanara sudah tersentuh oleh tekhnologi ini. orang akan dengan mudahnya menawarkan sesuatu, memberitahukan kabar ataupun sekedar berkenalan lewat teknologi ini terutama tekhnologi internet. dengan sekali “klik” kita sudah bisa terhubung ataupun mengetahui keadaan suatu berita di negeri antah berantah sana.

pun demikian dengan suporter. situs, blogging ataupun friendster banyak di isi oleh para mereka maniak bola tersebut. kalau di indonesia hanya para fans yang mengelola web ataupun situs tersebut, berbeda dengan di luar negeri, setiap klub sudah memanjakan fans nya lewat website resmi mereka. akan tetapi itu tidak mengurangi kecintaan saya terhadap website dalam negeri kita.

WEBSITE SEPERTI 2 MATA PISAU

kehadiran komunitas suporter di dunia maya berawal di tahun 2000. saat itu bonek lewat ketua YSS wastomi mengklaim mereka suporter yang memiliki website pertama kali. padahal banyak suporter yang sudah berkecimpung di dunia per-www-an tersebut sebut saja. jakmania, viking, slemania(menurut penulis adalah web tercantiK), Brajamusti dan sang almarhum Pasoepati.or.id (yang sekarang lagi di reinkarnasi oleh pasoepati cyber (wedhus DKK) dengan pasoepati.org-nya)

Dalam sebuah website pastilah akan ada sebuah halaman guestbook. halaman tersebut biasa digunakan untuk para suporter bersilaturahmi. akan tetapi hampir kebanyakan Buku tamu terbut digunakan untuk suporter saling mencela. lihat saja halaman room bebas menghujat di ligaindonesia.com sekarang sudah di tiadakan oleh sang admint.karena banyak sekali memunculkan banyak “konflik”. perlu pembelajaran dan kedewasaan untuk menyikapi makna dari sebuah buku tamu yang isinya caci maki, sumpah serapah dan hujat menghujat. room bebas menghujat di LI.com misalnya, room tersebut kita ibaratkan sebagai “WC umumnya” jadi segala macam “kotoran” bisa kita tumpahkan disitu. meskipun sedikit “bau” tapi kebutuhan buang hajat tersalurkan. dan butuh kedewasaan diri untuk memaknainya. ada hujatan yang sifatnya membangun tetapi banyak pula hujatan yang isinya kebencian. dan karena ada salah seorang fans xxxxx membawa hujatan tersebut kedalam forum resminya dia maka forum bebas menghujat di hapus sang admint. sebenarnya kalau ditelaah lebih lanjut, mereka yang saling menghujat kebanyakan pada akhirnya malah menjadi “sahabat karib”.

suporter digital lebih “bersahabat”
dalam komunitas suporter dunia maya mereka lebih mengedepankan akal mereka dibanding “okol” (otot). proses pendewasaan nya lebih satu tingkat dibanding suporter biasa. tapi terkadang loyalitasnya perlu dipertanyakan. loyalitas dukungan terhadap klub kecil karena memang keterbatasan mereka untuk bisa menonton langsung karena memang kondisi (baik geografi maupun waktu) tidak memungkinkan. hanya segelintir kelompok suporter bisa surive di keduanya. (mendukung langsung dan mendukung lewat dunia maya). proses usaha perdamaian juga aktif dilakukan oleh para suporter dunia maya. salah satunya adalah Friendster yang di beri ID viking-jakmania. penulis juga aktif berkomunikasi dengan salah satu pentolan Brajamusti (joe_aja = joemusikindo@yahoo.com). itu mungkin salah satu pendewasaan par suporter dunia maya. ketika kalangan suporter radikal (grass root) “mengangung-agungkan” perseturan kami para komunitas maya selalau siap mengedepankan perdamaian untuk sebuah kemajuan dalam persepakbolaan tentunya. Cornell misalanya. terbentuk atas komunikasi mereka di forum ligaindonesia.com. adalagi JSC (jogja suporrter comunnity). mungkin nanti akan terbentuk ASSI versi digital, karena ASSI yang dahulu sudah lahir kini tinggal sejarah saja. dan kita bukanlah bangsa yang ingat pada sejarah karena memang kita bangsa pelupa.
tak jarang dalam sebuah tulisan di situs/blog mereka berisi upaya pembelaan diri terhadap sanksi PSSI versi mereka (tapi tak jarang meraka menggunakan argumen yang masuk akal dan bukan sekedar protes semata.) sekedar kritik atau hujatan pun muncul. bagai PSSI jika mau membuka mata dan pasang telingga hujatan dan kritikan tersebut tentu ada benarnya hujatan mereka. karena sebenarnya kritik itu adalah cermin buat kita, tentang tindakan kita, tentang perilaku kita.

satu doa dari penulis, mohon ya Allah bukan mata hati para pengurus PSSI tentang fenomena ini. tak ada gunanya kami berbuat kalau PSSI selalu merubah kebijakan dan selalau terkungkung dalam keterpasungan. untuk indonesia menuju WORLD CUp 2020. amieen.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: