Oleh: abimanyu182 | Oktober 22, 2007

Masih optimistis


Masih optimistis

Persis Solo masih optimistis menembus Super Liga kendati menelan kerugian besar karena kalah di kandang sendiri dari Arema Malang dengan skor 0-1, Minggu (21/10) malam.
Akibatnya Laskar Sambernyawa melorot satu level ke peringkat sembilan klasemen Grup Timur
.
Pelatih Persis, Eduard Tjong mengatakan peluang bagi mereka masih terbuka, walaupun kali ini kesempatan di laga home terbuang percuma. ”Kami masih punya enam pertandingan lagi dan dua di antaranya main di Stadion Manahan,” ujar Edu kepada wartawan pada sesi jumpa pers seusai pertandingan.
Keyakinan kubu Persis juga diperkuat dengan kondisi bahwa jarak poin antartim di Wilayah Dua hanya terpaut tipis. ”Selisih angka tiap tim hanya berbeda tipis-tipis, jadi kans kami masih ada,” imbuh dia.
Seluruh laga tersisa milik Pasukan Kota Bengawan bakal dimainkan di bulan Desember. Yaitu dua pertandingan kandang melawan Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena, serta empat laga away versus Persiba Balikpapan, PKT Bontang, Persiter Ternate dan Persmin Minahasa.
Dari dua partai di Stadion Manahan, Persis wajib menyalakan kewaspadaan penuh agar hasil kontra Singo Edan tidak terulang kembali, terutama menghadapi Persipura. Tim Mutiara Hitam tersebut boleh dibilang selevel dengan Arema. Mereka pernah merasakan manisnya merangkum gelar Liga Indonesia dan sejauh ini menunjukkan permainan konsisten.
Sementara ketika disinggung tentang kegagalan timnya, Edu mengatakan sedikit banyak juga dipengaruhi absennya tiga pilar. Menurut dia yang paling merasakan imbas adalah lini depan, yang tak diperkuat bomber lincah, Rudi Widodo. Alhasil serangan Persis sangat mudah dipatahkan barisan pertahanan Singo Edan yang digalang Alex Pulalo cs.
”Tentang absennya tiga pemain kami (Anam Syahrul, Ebi Sukore dan Rudi Widodo), yang terasa adalah lini depan,” tukas mantan punggawa Arseto Solo tersebut.
Pada awal pertandingan, sang arsitek memasang duet Lubis Syukur dan Frank Seator sebagai starter, sedangkan Greg Nwokolo diplot sebagai penyerang lubang. Namun strategi alternatif yang dipakai mengantisipasi absennya Rudi tersebut ternyata tidak berjalan mulus. Lubis dan Seator terlihat malah banyak bermain sendiri-sendiri dan tidak tercipta saling pengertian yang baik. Greg pun tidak bisa bergerak bebas karena ditempel ketat oleh Alex Pulalo.
Spekulasi
Merasa taktiknya tidak jalan, sang arsitek memutuskan menarik keluar Lubis dan memasukkan striker mungil, Syaiful Bachri yang baru saja pulih dari cedera engkelnya. Tetapi masuknya Syaiful juga belum mampu mengangkat performa tim. Duet Syaiful dan Seator juga gagal memberikan ancaman berarti, apalagi pemain-pemain Singo Edan tampak tak pernah mengendurkan konsentrasinya.
Kondisi lapangan yang sangat tergenang semakin menyulitkan Persis membangun serangan untuk menyamakan kedudukan, karena aliran bola sulit dikuasai. Bahkan di pertengahan babak kedua, Edu melakukan spekulasi dengan memasang Iswan K Bode sebagai striker. Sayangnya perjudian itu juga gagal mengubah nasib Persis


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: