Oleh: abimanyu182 | Juli 18, 2007

SEATOR (buktikan kekuatan mu)


Frank Seator bertekad antarkan Persis ke Super Liga
Solo (Espos) – Duet legiun asing anggota baru skuad Persis Solo, Frank Seator dan Okwy Diamonstar, resmi diperkenalkan kepada publik Kota Bengawan, Senin (16/7), pada latihan sore di Stadion Sriwedari Solo.
Pada sesi yang juga dihadiri Manajer Persis, Waseso dan Sekretaris Manajer, Abraham EWT, kedua pemain didaulat memakai seragam anyar di hadapan para penonton yang hadir di stadion.
Seator yang merupakan jebolan PSMS Medan, mendapat seragam merah-merah bernomor punggung 77, sedangkan Okwy akan mengenakan nomor punggung 44. ”Saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk membantu Persis lolos ke Super Liga,” kata pemain yang pernah merumput di Persija Jakarta kepada wartawan seusai latihan.


Menurut Seator, dirinya sengaja memilih angka 77 karena dianggap sebagai simbol keberuntungan yang diharapkan akan selalu menaunginya.
Sementara itu, Okwy memutuskan memakai nomor 44 karena sebelumnya juga selalu mengenakan nomor dengan digit ganda. Saat merumput di Liga Australia, dia mengenakan nomor 30 atau 40. ”Saya selalu mengenakan nomor punggung yang double, termasuk ketika merumput di Australia. Jadi ini semacam alasan psikologis saja,” bebernya.
Meski baru sebentar bergabung dengan tim polesan Suharno, bek jangkung tersebut mengaku sudah merasa nyaman. Dia merasa sikap persahabatan antar pemain di dalam tim sangat kental, sehingga membuatnya merasa nyaman.
Terpisah pelatih Persis Suharno mengatakan akan memberikan porsi latihan fisik tambahan kepada tiga punggawa impor yang baru bergabung, Ebi Sukore, Seator dan Okwy. Dalam sesi latihan kemarin sore yang diisi dengan games dan gemblengan fisik, Suharno melihat performa ketiganya belum mencapai standar yang diharapkan.
”Ebi masih dalam pemulihan cedera engkel, jadi tadi latihan terpisah. Mungkin dalam dua hari ke depan sudah bisa latihan dengan bola, sehingga Jumat (20/7), ada peluang turun saat laga persahabatan melawan PSIS Semarang,” imbuhnya.
Sementara itu, perburuan terhadap dua pemain lokal untuk melengkapi Skuad Laskar Sambernyawa, sudah mendekati tahap akhir. Sekretaris Manajer, Abraham EWT, mengatakan proses merekrut kedua pemain lokal tersebut telah mencapai 85 persen. ”Kepastian bisa atau tidaknya mereka bergabung ditentukan Rabu (18/7) besok. Saat ini kendala yang masih mengganjal karena masing-masing klub yang bersangkutan mau melepas keduanya jika sudah mendapatkan pemain pengganti dengan posisi yang sama,” imbuhnya. –
Stamina Seator masih kedodoran

Solo (Espos) – Pelatih Persis Solo, Suharno, menilai performa punggawa anyar Laskar Sambernyawa, Frank Seator, belum mencapai level terbaik.
Namun sang arsitek optimistis, mantan pemain Persija Jakarta tersebut bakal kembali ke bentuk permainan terbaiknya sebelum putaran kedua bergulir.
”Sedah lama dia jarang bermain, karena selama di PSMS Medan jarang diturunkan. Makanya dia perlu dipoles setahap demi setahap. Tetapi secara kualitas tak ada masalah, terbukti dia masuk anggota Timnas Liberia saat menghadapi Kamerun beberapa waktu lalu,” kata Suharno kepada wartawan, seusai memimpin latihan di Stadion Sriwedari Solo, Selasa (17/7) sore.
Kekurangan lain yang masih kentara pada diri Seator, adalah kondisi fisiknya yang belum optimal. Hal itu terlihat jelas pada latihan games, kemarin sore. Meskipun sudah mulai terlihat padu dengan duet Laskar Sambernyawa lainnya, Greg Nwokolo dan Rudi Widodo, mantan pilar Sriwijaya FC terlihat kehabisan bensin di akhir-akhir laga.
”Dengan proses bertahap, saya optimistis pada saat kompetisi kembali bergulir, Seator sudah siap,” imbuh pria kelahiran Klaten tersebut.
Jika penampilan Seator belum memuaskan, tak sama halnya dengan punggawa anyar lainnya, Okwy Diamonstar. Kinerja palang pintu kelahiran Nigeria tersebut menuai pujian tinggi sang arsitek. ”Penampilan Okwy sudah bagus, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tandasnya.
Pada sesi latihan kemarin sore, Suharno melakukan eksperimen menempatkan striker Syaiful Bachri sebagai gelandang serang dengan formasi 4-3-3. Bomber lincah tersebut diplot untuk mendukung trio penyerang Rudi, Seator dan Greg. Games yang digelar kemarin sore untuk persiapan jelang laga persahabatan kontra PSIS Semarang, Jumat (20/7).
”Sejak Senin (16/7) kemarin, anak-anak sudah mulai berlatih pola yang akan digunakan saat laga uji coba melawan PSIS. Saya akan tetap memakai pola 4-3-3 seperti biasanya,” imbuh pria yang pernah menukangi Deltras Sidoarjo tersebut.
Risiko cedera
Menghadapi Mahesa Jenar, Suharno tak bisa memastikan akan menurunkan tiga legiun asingnya sejak menit pertama. Itu dilakukan menghindari risiko cedera yang dapat merugikan Persis sendiri.
Aplagi Ebi Sukore kemarin juga tak tampak datang latihan karena harus berkonsultasi dengan dokter tentang cedera yang dia alami. ”Saya tidak mau terlalu memaksakan, mungkin mereka baru saya turunkan pada babak kedua,” imbuhnya.
Sementara itu karena belum berhasil menggaet dua pemain lokal baru, pada sesi games kemarin sore, Suharno terpaksa memakai dua pemain magang Persis yang dipinjamkan ke tim U-23, Tommy dan Lintang, untuk melengkapi jumlah tim menjadi 22. Bahkan untuk melengkapi kekurangan pemain, dua sisten pelatih, Anshar Ahmad dan Eduard Tjong juga turun bermain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: